Saat seseorang menguap, biasanya dalam beberapa menit kuapannya akan menular ke orang di sekitarnya. Hal ini sudah terjadi sejak zaman purbakala, dan para ahli meyakini bahwa kuap yang menular menjadi alat bantu bagi nenek moyang kita dalam mengkomunikasikan jadwal istirahat mereka.

Sejumlah penelitian yang pernah dibuat mengenai aktivitas menguap menunjukkan bahwa penularan kuap terjadi secara tak sengaja, dan pemicu reaksinya berada pada alam bawah sadar. Ketika melihat seseorang menguap, tanpa sadar manusia mengidentifikasi diri dengan pikiran orang tersebut, dan secara psikologis menyebabkan otak mengirim perintah pada otot-otot di sekitar mulut untuk ikut menguap, menirukan orang yang dilihatnya sedang menguap tadi. Hal ini tidak hanya terjadi pada manusia, karena simpanse ternyata juga saling mengeluarkan kuap. 

Tapi… kadang tanpa liat pun, q juga angop tuh kalo ada yang angop.. so?