FriendsterSkins.Net
Seorang gadis muda menemui pendetanya dan mengaku bahwa ia takut telah melakukan dosa kesombongan.
“Apa sebabnya kamu berpikir demikian?” tanya si pendeta.
“Karena setiap pagi ketika saya melihat pada cermin, saya selalu berpikir alangkah cantiknya saya itu,” jawab si gadis muda.
“Jangan takut, anakku,” jawab pendeta meyakinkan. “Itu bukan dosa, hanya suatu kesalahan menilai diri.”

 Seorang bapak yang sangat-sangat pelit diajak anak tersayangnya
untuk naik heli. Awalnya si bapak tidak setuju karena harus bayar
tapi karena sayang dengan anaknya ia-pun setuju.
Setelah sampai di tempat heli, si pilot bilang : “Naik bayar U$
100, kalau anda bicara diatas nanti didenda U$ 500 tapi kalau anda
tidak bicara sepatah katapun akan saya kasih U$ 1000.”
Setelah setuju dgn perjanjian tsb, heli diterbangkan oleh pilot dengan cara manuver dan jungkir balik diatas. Setelah sampai mendarat si pilot bilang ke bapak pelit tadi : “Wah anda hebat, tidak bicara sepatah katapun”
Si bapak bilang : “Sebenarnya saya mau bicara tadi, tapi takut didenda.”
“Anda mau bilang apa?” kata si pilot “Anak saya jatuh.”Seorang yang sedang menjelajah di pedalaman Amazon tiba-tiba saja sudah
dikepung sekelompok primitif yang haus darah. “Oo… Tuhan matilah
aku…”, gumamnya. Tiba? dari langit diatasnya ada kilatan cahaya,
dan terdengar suara menggema : “Tidak anakku…, ajalmu belum  tiba.
Ambillah batu didekat kakimu itu dan pukul kepala pemimpin mereka yang tepat berdiri didepanmu itu”.
Si penjelajah itupun mengambil batu dan menyerang pemimpin gerombolan itu, dan memukulkan batu itu ke kepala si pemimpin sekuat tenaga…
Dan si pemimpin itu mati seketika. Dia berdiri diatas mayat si
pemimpin. Seketika itu juga, 100 orang primitif itu mengepungnya dengan muka sangat marah karena melihat pemimpinnya terbunuh.
Kilatan dari langit itu muncul lagi dengan suara menggema :
“Nah… sekarang… baru ajalmu tiba anakku…”

Seorang Pastor di Pasturan memanggil salah seorang Suster untuk
datang  ke kamarnya, dan beginilah dialognya:
Pastor: Suster, kemari saya ingin menunjukkan sesuatu pada anda.
Suster: Ya Romo, ada apa?
Pastor: Masuklah ke kamarku dan tolong tutup semua tirai jendela.
Suster: APA!!!????
Pastor: Saya bilang…… ……
Suster: Ya saya mendengar Romo, cuma saya nggak percaya apa yang
        Romo katakan.
Pastor: Benar, saya minta anda masuk ke kamar saya.

(Walaupun dengan ragu-ragu tetapi Suster menuruti apa yang diperintahkan oleh Bapak Pastor)
Pastor: Duduklah di tempat tidur sini di sebelahku.
Suster: Maaf Romo, saya harus keluar dari kamar ini.
Pastor: Mengapa anda ragu-ragu, ayolah duduk disebelahku sini.
(Dengan hati berdebar-debar akhirnya Suster duduk disebelah Pastor)
Pastor: Masuk ke dalam selimutku sini!!!
Suster: APA????!!!!
Pastor: Ayolah jangan ragu-ragu, nanti anda akan tahu….
(Dengan perasaan takut Suster masuk kedalam selimut bersama Bpk Pastur)
Pastor: Ayolah mendekat sini.
(Dengan gemetaran akhirnya Suster mendekat juga)
Pastor: Lihatlah jam tangan G-SHOCK Saya yang baru ini…..bisa NYALA