Have you ever feel that you couldn’t walk down stairs or bend over, or you couldn’t even kneel down to pray? You are suffering from a condition called osteoarthritis (OA). According to the World Health Organization, more than 42 million people in the West Pacific region are afflicted with OA of the hip or knee. Dr Kevin Yip of the Singapore Sports and Orthopaedic Clinic says osteoarthritis is three times more common that cancer in Singapore. No-one knows for sure what causes OA, but research shows that heredity, excess weight and previous joint injuries are major factors. One study, done in Manchester, England, and published in 2003, found an increased risk for some who regularly walk long distances over rough ground, sit or stand for prolonged periods, or frequently lift heavy objects.

OA can strike at any age – and baby boomers are increasingly affected. Experts say that many boomers have high expectations of how physically active they can be. Compared to previous generations, they exercise more and for a greater number of years, putting longer-term stress on their joints. Others have a couch-potato lifestyle that spawns weight problems and poor posture-both contributors to OA. “Baby boomers either do too little or too much”, says Zubaidah Yusop, a physiotherapist at DBC Spine and Rehabilitation Center in Kuala Lumpur.

Studies show that hormonal changes during a woman’s menstrual cycle affect the elasticity of the body’s ligaments. This affect woman may be especially prone to OA in the knees. A university of Michigan study revealed that women’s knee muscles do not contract under stress as men’s do, putting their knee joints at greater risk. Researches have proved that women who play sports involving jumping and pivoting are up to eight times more likely to injure their knees than men playing the same sports.

Although there’s no cure for OA, supplements and medications can reduce joint pain and swelling. Exercise, applications of heat and cold, and relaxation techniques may also help. Other people find relief through acupuncture and massage. Some comfortable walking shoes and custom orthotics also could find helpful. However, for many OA sufferers, replacing the joint is the only option. The success rate of knee and hip replacements is high, and the new knee or hip should last 15 to 20 years. However, by the twentieth year, about 20 per cent of recipients will probably have required at least one surgery to correct for wear and tear. So, it is important to note that the surgeon assess surgical techniques and rehabilitation suitable for the patient. These are important factors that will help make an implant last longer and may eliminate the need for further surgery, “says Dr Gustilo of the Philippines Orthopaedic Institute in Manila.

While you are waiting for surgery, physiotherapist Zubaidah Yusop suggests talking to your doctor about low-impact exercises like stationary biking, swimming and walking. Right exercise can help reduce stiffness and sometimes pain. It is advisable for people to exercise within their limits.

Meanwhile, alternatives to total knee and hip replacements are emerging. Hip resurfacing, for example, involves capping rather than replacing the dome of the thighbone. While traditional hip-replacement patients are advised to avoid high-impact activities, those with a resurfaced hip have fewer restrictions. Hip resurfacing is best suited for people under 55 with good bone density and without arthritic conditions in multiple joints.

For OA in the knee, some patients are trying a new procedure called viscosupplementation, where a gel-like substance is injected into the joint, restoring the lubricating properties of damaged cartilage. Viscosupplementation is also known to be effective in treating early osteoarthritis. However, it doesn’t work for everyone.

The suggestions are starting to take care of your joints from now on. Maintain a healthy body weight, learn how to lift and carry heavy objects properly. Consume vitamin C regularly, avoid high heels, and choose appropriate shoes for sports activities.

Adapted from article by Paula Wild

Terjemahannya :

Pernahkah anda merasa tidak mampu untuk menuruni anak tangga atau membungkukkan badan, atau bahkan anda tidak dapat berlutut untuk berdoa? Jika anda pernah mengalaminya, anda menderita suatu kondisi yang dinamakan osteoarthritis (pembengkakan pada sendi-sendi). Menurut WHO, lebih dari 42 juta orang di wilayah Pasifik Barat menderita osteoarthritis pada bagian pinggang atau lutut. Dr Kevin Yip, Singapore Sports dan Klinik bedah tulang menyatakan bahwa osteoarthritis di Singapura adalah penyakit yang perkembangannya lebih besar dibandingkan dengan kanker. Belum ada yang mengetahui secara pasti penyebab dari OA, namun penelitian menunjukkan penyebab utama dari OA adalah penyakit keturunan, kelebihan berat badan dan juga dapat disebabkan oleh persendian yang pernah terluka sebelumnya. Sebuah penelitian di Manchester, Inggris, yang dipublikasikan pada tahun 2003, menemukan bahwa berjalan kaki jarak jauh secara teratur pada daratan yang tidak datar, duduk atau berdiri dengan waktu yang cukup lama, atau sering mengangkat objek yang berat dapat meningkatkan resiko penyebab OA.

OA tidak mengenal umur, dan generasi baby boomers beresiko tinggi mengidap OA. Para ahli mengatakan bahwa banyak boomers yang memacu diri mereka agar selalu aktif, yang dapat menyebabkan tekanan pada persendian. Pada sebagian orang yang memiliki masalah dalam berat badan maupun postur tubuh, keduanya juga dapat beresiko tinggi mengidap OA. Zubaidah Yusop, seorang fisioterapis di DBC Spine and Rehabilitation Center, Kuala Lumpur mengatakan bahwa “Baby boomers akan melakukan suatu hal dalam porsi yang berlebih atau sebaliknya.

Penelitian menunjukkan bahwa perubahan hormon pada wanita dalam siklus menstruasi mempengaruhi elastisitas sendi-sendi tubuh. Hal ini mempengaruhi wanita cenderung mengidap OA pada bagian lutut. Penelitian yang dilakukan oleh Universitas Michigan menemukan bahwa otot-otot pada lutut wanita tidak sama seperti lutut pria yang dapat menahan tekanan, yang menyebabkan sendi pada lutut wanita beresiko tinggi menderita OA. Para peneliti telah membuktikan bahwa para wanita yang berolahraga dengan melibatkan gerakan lompat maupun berputar memiliki resiko delapan kali lebih besar mengalami luka pada persendian dibandingkan dengan pria yang melakukan jenis olahraga yang sama.

Walaupun tidak ada penyembuhan untuk OA, suplemen dan pengobatan dapat mengurangi sakit maupun bengkak pada persendian. Olahraga, pengaplikasian panas dan dingin, dan teknik relaksasi juga dapat membantu. Sebagian orang merasa cukup lega dengan melakukan pijat dan akupuntur. Penggunaan sepatu yang nyaman dan orthotics juga dapat membantu mengurangi rasa nyeri pada persendian. Namun, pada sebagian orang hal-hal tersebut diatas tidak dapat lagi membantu, dan satu-satunya cara ialah dengan penggantian sendi. Tingkat keberhasilannya tinggi, dan sendi pengganti tersebut dapat bertahan selama 15 hingga 20 tahun. Namun, pada tahun yang ke-20, sekitar 20 persen pasien tersebut harus melalui sekurangnya satu operasi perbaikan. Jadi, sangatlah penting untuk menyesuaikan teknik dan rehabilitasi dengan pasien. Hal ini merupakan faktor yang sangat penting dalam menjaga ketahanan sendi baru dan mencegah terjadinya operasi lanjut, ungkap Dr Gustilo, Philippines Orthopaedic Institute di Manila. Fisioterapis, Zubaidah Yusop juga memberikan saran bagi para pasien yang akan melakukan operasi untuk menanyakan pada dokter mengenai latihan ringan seperti stationary biking, berenang dan berjalan. Latihan yang tepat dapat mengurangi rasa nyeri bahkan sakit pada persendian. Disarankan untuk melakukan latihan tidak melebihi kemampuan.

Sementara itu, alternatif penggantian lutut dan pinggang semakin meluas. Sebagai contoh, adanya teknik pelapisan pinggang atau hip resurfacing yang tidak mengganti pusat pada tulang paha. Selain itu, cara tradisional pun masih ada namun pasien akan disarankan untuk menghindari aktivitas yang berat, dan pasien yang melalui proses pelapisan pinggang tidak dibebani dengan berbagai macam peraturan. Teknik hip resurfacing ini sesuai untuk pasien dibawah umur 55 tahun yang memiliki kepadatan tulang bagus dan tidak menderita pembengkakan pada sendi-sendi.

Bagi para penderita OA di bagian lutut, beberapa pasien mencoba prosedur baru yang dinamakan viscosupplementation, dimana teknik ini melibatkan cairan gel yang diinjeksikan pada sendi untuk memperbaharui cairan pelumas pada tulang rawan yang rusak. Viscosupplementation juga dikenal sebagai cara perawatan yang efektif bagi para penderita OA tahap awal. Namun, tidak berlaku bagi semua orang.

Nah, jika sendi anda masih baik, mulailah untuk merawatnya mulai dari sekarang. Olahlah tubuh anda dengan baik, belajar untuk mengangkat dan membawa barang berat dengan baik. Komsumsilah vitamin C secara teratur, hindarilah penggunaan sepatu dengan hak tinggi, dan pilihlah sepatu yang sesuai untuk berolahraga…

*hutangku sudah lunaas, Jo…