Penipuan via slip ATM BCA.. Hati-hati lhoo...ini e-mail yang dikirim oleh seorang teman..

Sekitar 2 bulan yang lalu toko ayah saya ditelepon dan kemudian didatangi oleh seseorang yang mengaku berasal dari Bogor yang mengatakan ingin membeli barang di tempat kami dengan total pembelian senilai kurang lebih 250 juta (1 truk) untuk dibawa ke Bogor.

Bapak tersebut juga beberapa kali pernah datang sebelumnya untuk membeli barang-barang lain yang nilainya tidak begitu besar. kalau dinalar memang rada konyol karena kenapa dia tidak ambil di jakarta saja yang pasti lebih murah dan cepat. Orang itu (Bapak Y) tanya berapa no rekening bank kami untuk transfer agar barang cepat dikirim. Oleh ayah saya diberi no rekening salah satu bank yang kurang begitu terkenal dengan pertimbangan cara bisnis orang tersebut rada nyeleneh dan kebetulan rekening bank tersebut memang dikosongkan jadi bisa meminimalkan resiko yang mungkin terjadi. sampai satu bulan kemudian tidak ada kabar apa-apa dan kami semua hampir lupa sampai kemudian toko kami mendapat telepon dari sebuah toko X di kota XXX.

Pemilik toko X tersebut menanyakan kepada ayah saya mengenai segala sesuatu yang mungkin bisa diketahui oleh ayah saya tentang si Bapak Y dari Bogor tersebut. rupanya si pemilik toko X ini terkena penipuan dari bapak Y senilai lebih dari 200 juta rupiah. Modusnya adalah Bapak Y ini mengirimkan fax bukti transfer kepada toko X yang mana form tersebut benar-benar nampak seperti aslinya lengkap dengan stempel bank dan bukti print komputer. Toko X, karena sudah terbiasa dengan cara transaksi seperti ini dan tidak pernah ada masalah sebelumnya rupanya kecolongan dan itu baru diketahui beberapa hari sesudahnya.

Saat dilacak ke alamat pengiriman barang-barang dari toko X sudah tidak ada dan tempat yang dipakai tersebut rupanya tanah kosong yang tidak terawat sebelumnya. Ayah saya bertanya darimana pemilik toko tersebut bisa tahu nomor telepon toko kami dan pemilik toko menjawab bahwa katanya masalah sudah dilaporkan ke polisi dan dengan bantuan kepolisian inilah mereka melacak segala macam komunikasi yang dilakukan bapak Y melalui nomor ponselnya untuk melacak keberadaannya dan no telp toko kami termasuk di dalamnya. namun sejauh yang saya tahu sampai sekarang hasilnya masih nihil. maka oleh sebab itu sangat disarankan bagi semua pelaku bisnis agar tidak langsung mempercayai bukti transfer meskipun mungkin sudah terbiasa dengan cara ini sebelumnya. lebih baik cek langsung ke bank yang bersangkutan untuk memastikan bahwa transfer sudah berhasil dilakukan baru kemudian melakukan kewajiban anda pada customer anda.

Semoga bermanfaat, Just sharing kasus penipuan melalui struk ATM BCA.

Kejadian terjadi di Toko Emas “Pada Senang” yang berlokasi di Mal Depok, depan BCA KCU Margonda

Pelaku datang ke toko tersebut pada hari Minggu, tanggal 23 Desember 2007. Menurut informasi dari karyawan toko, pelaku sudah lumayan sering melihat-lihat perhiasan emas di toko tersebut, tapi tidak pernah melakukan pembelian, karena tidak menemukan ukuran gram emas yang diinginkan

Pelaku datang 2 orang Setelah menemukan ukuran gram yang kebetulan pada saat itu ada (yaitu gelang emas dengan ukuran 99.93 gram dan 35.75 gram), pelaku melakukan transaksi dengan pemilik toko dengan menggunakan fasilitas Debit BCA. Total nilai pembelian adalah Rp. 27.150.000,- Pelaku memiliki kartu ATM Platinum, namun kartu tersebut gagal di-swipe mesin dengan alasan “swipe card error”

Pelaku lalu menawarkan untuk mentransfer ke rekening pemilik toko, yang kemudian diiyakan oleh pemilik toko. Perlu diinformasikan bahwa di Mall Depok sudah tidak ada mesin ATM BCA lagi, sehingga pelaku jika ingin melakukan transfer harus ke BCA Margonda yang letaknya berseberangan dengan Mall Depok

Pelaku pergi sendiri tanpa ditemani oleh pihak pemilik toko, sementara temannya menunggu di toko emas dan mempromosikan jati diri pelaku sebagai anak dari boss tempatnya bekerja Kurang lebih 30 menit kemudian, pelaku datang dengan membawa struk ATM yang lengkap memuat tanggal dan waktu transaksi, no rek transfer dan nama, serta jumlah uang yang sesuai dengan transaksi. Jika dilihat secara kasat mata struk ATM tersebut sangat mirip, bahkan bisa dikatakan sama dengan struk ATM BCA.

Berdasarkan bukti transfer tersebut, akhirnya pemilik toko menyerahkan gelang emas yang dibeli pelaku. Malam harinya pemilik toko sempat mencoba mengecek lewat ATM, dan memang saldo tidak bertambah. Hanya saja pemilik merasa transaksi transfer sama dengan transaksi di mesin EDC dimana transaksi hari Minggu baru masuk keesokan harinya ke rekening.

Hari Senin, tanggal 24 Desember pemilik rekening datang ke BCA untuk mencetak buku dan menanyakan kenapa transaksi sejumlah di atas tidak ada. Setelah kami inquiry memang transaksi tersebut tidak pernah ada dan kami menyimpulkan itu adalah transaksi fiktif. Kami juga telah melakukan investigasi ke pihak ATM Monitoring dengan Bapak Indra, dan dipastikan bahwa transaksi yang ada pada ATM dengan WSID 5127-BCA Depok 3 ,adalah pukul 16.55 berupa penarikan sejumlah 200 ribu rupiah, dan transaksi selanjutnya adalah pukul 17.05 berupa cek saldo. Sedangkan transaksi penipu yang tertera di bukti transfer adalah pukul 16:58:29. Pada hari Kamis, 27 Desember 2007, pihak BCA Margonda yang diwakili oleh Bapak Andi Gozali (KOC) dan Meliana (Ka.Layanan) telah mendatangi pihak korban ke tokonya dan menjelaskan bahwa ini adalah kasus penipuan dan BCA tidak berjanji untuk melakukan penggantian atas kerugian korban.Pihak korban berkenan untuk menerima penjelasan dari pihak BCA dan memohon agar pihak BCA menindaklanjuti kejadian ini sehingga kasus ini tidak terulang lagi pada korban lainnya.

Note: Untuk diingatkan kembali ke nasabah (merchant), kejadian tersebut diatas merupakan kelalaian nasabah karena tidak mengikuti dan menyaksikan pelanggan ke ATM untuk memastikan transaksi transfer yang dilakukan.

Dmk & Thanks
VIE
PT. Bank Central Asia , Tbk
Biro Pendukung Operasi
Wisma BCA I Lt. 9
Jl. Jend. Sudirman Kav. 22-23
Jakarta - 12920
Telp : 021-5208750 ext : 19105
Fax : 021-5212222