22 May

*weee..ada apa ni bahas sejarah?hehe.. Maklum lagi 100 KEBANGKITAN NASIONAL (semangat pejuang juga ni..hihi) Semua kan tau ya pelajaran sejarah.. waktu masih skul.. huuuu pelajaran ini yang paling membosankan menurutku, banyak ngapalnya kalo mau ujian.. entah itu tahun, tanggal, nama.. *BAH! tak sukaaa.. (goyang-goyang) Tapi dengan bertambahnya umur ni *telad banget yaaak..hihi, sejarah itu menarik juga ya untuk ditelusuri.. Dan yang kutemukan adalah bapak gerilya satu ini TAN MALAKA..
Ada yang belum tahu siapa beliau?
Tan Malaka, seorang gerilyawan yang revolusioner, punya nama lengkap Ibrahim Datuk Tan Malaka. Ia termasuk keturunan dari Minangkabau yang lahir pada tanggal 2 Juni 1897 di desa Pandan Gadang, Sumatra Barat. Tan Malakasendiri merupakan tokoh bangsa yang dapat disejajarkan dengan tokoh nasional seperti Soekarno, Hatta, dll.
Ia seorang yang pandai..melahirkan banyak pemikiran yang berbobot, orisinal dan brillian sehingga mengantarkannya pada julukan seorang tokoh revolusioner yang legendaris. Ia banyak mengumpulkan pemuda-pemuda komunis dan mendirikan sekolah bagi Syarikat Islam (SI). Ia bertujuan untuk membangun kehidupan yang lebih maju. Ia mencerdaskan rakyat Indonesia, membekali mereka dengan berhitung, membaca, menulis, dll.
Ia pun menyerukan ketidaksetujuannya terhadap perlakuan yang tidak adil dari pemerintahan Hindia Belanda terhadap kaum buruh. Ia seorang penggagas Madilog, sebuah karya besarnya. Ia mengajak dan memperkenalkan rakyat Indonesia cara berpikir ilmiah dan bukan berpikir secara kaji atau hafalan, bukan secara “text book thinking”.
Pada tahun 1949 di bulan Pebruari, Tan Malaka gugur, namun tak diketemukan rimbanya. Berdasarkan keputusan Presiden RI No.53 yang ditanda tangani oleh Presiden Soekarno, 28 Maret 1963 menetapkan bahwa Tan Malaka adalah seorang pahlawan kemerdekaan Nasional
BERGELAP-GELAPLAH DALAM TERANG, BERTERANG-TERANGLAH DALAM GELAP ! (TAN MALAKA)
2 Responses for "Tan Malaka: Sang gerilya yang revolusioner"
Kalau aku gak salah (moga-moga salah), ada konspirasi dalam “raibnya” Tan Malaka, lho. Aku bukan berusaha mendiskreditkan pihak tertentu, tapi kalau gak salah, pernah ditayangkan di TV (lupa acara stasiun mana).
Tadi browsing, nemu artikel yang bagus, keasikan baca .. hampir lupa kasih link:
baca artikel ini
@nich: oya? waaah..harus q cari tu..hihi..menarik aja baca kayak begitu.. makasi buat artikelnya yaaa.. ^^
Leave a reply